Wednesday, 28 September 2011

Poetry XV

Aku Pada Rindu
karya M. Fariz Juliansyah

Rindu.
Aku pada mentari cerahmu.
Aku pada terik paras wajahmu.
Aku pada senja senyummu.
Aku pada bintang di matamu.

Rindu.
Aku pada merdu suaramu.
Aku pada lembut genggammu.
Aku pada erat pelukmu.
Aku pada ciummu.

Rindu.
Aku pada kisahmu.
Aku pada kasihmu.
Aku bersamamu.
Selalu kurindu.

Friday, 22 July 2011

Aku Semakin Tuaaa!!!

ga kerasa udah 18 tahun gue hidup di bumi ini.
walau beberapa tahun masa kecil gue ga ada yang gue inget.
tetep aja gue udah bernapas selama 18 tahun.
iya, gue tau.
gue semakin tua :"

"gambaran beberapa tahun kedepan."

dan di ultah gue yang ke 18 ini gue dikerjain sama pacar gue.

Monday, 11 July 2011

Poetry XIV

Biarkan Aku Menjalang
karya M. Fariz Juliansyah

Cinta benci terbatas benang
Yang kalah tak pernah menang
Satu langkah dan kau hilang
Menjauh dari si jalang

Biarkan aku perih, tanpa peduli mendampingi
Biarkan aku marah, karena perih yang meresah
Biarkan aku kaku, pelu tergantung bencimu
Biarkan aku tewas, mati tertelan kecewa

Biarkan aku sendu, agar biru menjadi kelu
Biarkan aku lemah, agar merah karena darah
Biarkan aku hilang, agar hitam ditelan malam
Biarkan aku luka, agar warna hilang makna

Benci aku!
Benci aku sepuasmu!
Dan cintai aku.
Cintai aku seperti lalu.

Tuesday, 5 July 2011

Sinetron itu Sehat

yak salam tanggal 5 Juli bagi kalian yang membaca.
kalo lo lo pada juga baca sejarah,
di tanggal 5 Juli itu sebenernya banyak perisitwa penting loh.
contohnya pada 1830 Perancis menjajah Algeria,
pada 1996 Domba Dolly lahir,
dan pada 1946 Bikini diperkenalkan di Paris.
jadi sekarang kita semua tahu,
tanpa adanya 5 Juli, 
kita ga punya pemandangan bikini di pantai.


tapi sebenarnya ini semua bukan tentang 5 Juli,
tapi tentang sebuah kejadian dalam sebuah chat
di tanggal 30 juni yang lalu.

Monday, 27 June 2011

Theatrical Theatre!

seorang pemuda berjalan dengan terburu-buru.
seperti ada yang mengganjal di hati dan pikirannya.
dia memikirkan sesuatu.
dia pusing.
dia bingung.
dia menggaruk kepalanya.
dia menggaruk pantatnya.
dia memeperkan tangannya pada orang lewat.
orang lewat tersebut berteriak sewot.
namun pemuda itu tak peduli.
dia pusing.
dan dia bingung.

dia berpapasan dengan seorang wanita.
mereka saling pandang selama sepersekian detik,
sebelum sang pria dengan ragu mengucapkan

"la... laras?"

dan terdengar suara merdu sebagai balasan kepada sang pemuda

"mas.. budiman?"

Background Music:
#np Jamrud - Surti Tejo

JENG JENG JENG~~~~

==================================================

yak kali ini gue cuma mau ngasih tau.
kalo blog gue ini udah lama banget ga keurus.

dan gue ga mau di bulan juni ini ga ada update dari blog gue,
jadi walau gue lagi ga ada ilham sama sekali buat bikin puisi,
walau gue lagi ga ada semangat sama sekali buat nulis,
walau gue ganteng namun ga ada yang mengakui,
gue akan update malam ini.

Monday, 16 May 2011

Fun Sunday!

HEY! Yesterday was a FUN Sunday!
cause I was having FUN at Do-FUN :D

dan ya! 
akhirnya rencana gue (lebih tepatnya kami, atau lebih tepatnya lagi dia) terlaksana!! 
gue dan @dilatep udah berencana ke dufan sejak 2 minggu yang lalu..
sayangnya minggu kemarin dia ada suatu kendala jadinya diundur jadi kemarin :3
tunggu! kenapa juga harus minggu? minggu kan rame + mahal!
yah, mungkin hanya dia dan Tuhan yang tahu -,-

jadi kemarin akhirnya gue berdua ke dufan.. yaaayyy \o/
ya! cuma berdua loh! huahahahaha. ehm.
sayangnya pas nyampe sana, ternyata sedang ada rombongan.
dan ga tanggung-tanggung langsung ada 3 rombongan yang berbeda!
mampuslah gue -,-

Monday, 9 May 2011

Poetry XIII

Jurang Hatimu
karya M. Fariz Juliansyah

makin dan makin kujatuh dalam jurang hatimu.
mengapa engkau membiarkanku jatuh dalam jurang? 
bukankah engkau malam yang selalu menemaniku? 
aku rindu, rindu pada rembulanmu.


kini rembulan tak datang dalam jurang. 
tapi hangat kian menyertai. 
hangat, hangat apakah engkau? 
aku rindu. rindu tawamu.


sepi, sepi kian datang di kala pagi. 
bangunkan aku, bangunkan aku wahai putri dalam mimpi. 
aku tak sanggup merindukan senyummu.


kini aku mengenal hangat, senyum hangatmu padaku. 
kau disini, selalu, di dalam hatiku menyertai gelapnya jurang.