Nyanyian Semak-semak Hutan
karya M. Fariz Juliansyah
Kumbang-kumbang merapat
Berkata akan mengadakan rapat
Siapa yang akan dijerat
Ah dia si kupu-kupu keparat
Laba-laba merajut sutra
Siapa yang salah ia bertanya
Berkumpul hanya untuk berkata
Kemana sang pelepas dahaga
Bunuh aku mereka menangis
Dari hati yang termanis
Siapa berani mendesis
Merekalah kumbang dalam tragis
Siapa salah, siapa salah
Tanpa jawab masih saja bertanya
Dalam belaian sutra sang laba-laba
Semua korban dari hati tanpa rasa
Friday, 27 April 2012
Thursday, 19 January 2012
Terkadang, Aku Memikirkan Banyak Hal
Terkadang, jawaban datang disaat kita sama sekali tidak memikirkannya, atau telah melupakannya.
Terkadang, seseorang tidak ditakdirkan untuk bersama.
Terkadang, seseorang ditakdirkan hanya untuk menjadi pengagum rahasia, tidak lebih.
Terkadang, kepahitan adalah hal termanis dalam hidup ini.
Terkadang, butuh waktu untuk menyadari realita.
Terkadang, diam menjadi jalan pintas.
Terkadang, kau bahkan tak tahu siapa dirimu sendiri.
dan Terkadang, banyak hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Terkadang, seseorang tidak ditakdirkan untuk bersama.
Terkadang, seseorang ditakdirkan hanya untuk menjadi pengagum rahasia, tidak lebih.
Terkadang, kepahitan adalah hal termanis dalam hidup ini.
Terkadang, butuh waktu untuk menyadari realita.
Terkadang, diam menjadi jalan pintas.
Terkadang, kau bahkan tak tahu siapa dirimu sendiri.
dan Terkadang, banyak hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Saturday, 24 December 2011
Poetry XVI
Dengan Kesendirianku
Karya M. Fariz Juliansyah
Bayangku di ujung sebrang
Dengan jurang tanpa jembatan
Bagaimana bisa kuraih?
Bagaimana kuraih dirimu kembali?
Kau bersamannya
Dengan aku yang kau damba
Dan bayang yang lama
Tanpa tahu saat ini berbeda
Maaf akanku yang telah hilang
Jauh ditelan kebosanan
Dan ketidaktahuan akan jalan
Kepada pelukmu yang nyaman
Aku disini sendiri tanpa arah
Dan kau disana dengan semua harapmu
Tanpa jembatan diantara kita..
Karya M. Fariz Juliansyah
Bayangku di ujung sebrang
Dengan jurang tanpa jembatan
Bagaimana bisa kuraih?
Bagaimana kuraih dirimu kembali?
Kau bersamannya
Dengan aku yang kau damba
Dan bayang yang lama
Tanpa tahu saat ini berbeda
Maaf akanku yang telah hilang
Jauh ditelan kebosanan
Dan ketidaktahuan akan jalan
Kepada pelukmu yang nyaman
Aku disini sendiri tanpa arah
Dan kau disana dengan semua harapmu
Tanpa jembatan diantara kita..
Wednesday, 28 September 2011
Poetry XV
Aku Pada Rindu
karya M. Fariz Juliansyah
Rindu.
Aku pada mentari cerahmu.
Aku pada terik paras wajahmu.
Aku pada senja senyummu.
Aku pada bintang di matamu.
Rindu.
Aku pada merdu suaramu.
Aku pada lembut genggammu.
Aku pada erat pelukmu.
Aku pada ciummu.
Rindu.
Aku pada kisahmu.
Aku pada kasihmu.
Aku bersamamu.
Selalu kurindu.
karya M. Fariz Juliansyah
Rindu.
Aku pada mentari cerahmu.
Aku pada terik paras wajahmu.
Aku pada senja senyummu.
Aku pada bintang di matamu.
Rindu.
Aku pada merdu suaramu.
Aku pada lembut genggammu.
Aku pada erat pelukmu.
Aku pada ciummu.
Rindu.
Aku pada kisahmu.
Aku pada kasihmu.
Aku bersamamu.
Selalu kurindu.
Friday, 22 July 2011
Aku Semakin Tuaaa!!!
Monday, 11 July 2011
Poetry XIV
Biarkan Aku Menjalang
karya M. Fariz Juliansyah
Cinta benci terbatas benang
Yang kalah tak pernah menang
Satu langkah dan kau hilang
Menjauh dari si jalang
Biarkan aku perih, tanpa peduli mendampingi
Biarkan aku marah, karena perih yang meresah
Biarkan aku kaku, pelu tergantung bencimu
Biarkan aku tewas, mati tertelan kecewa
Biarkan aku sendu, agar biru menjadi kelu
Biarkan aku lemah, agar merah karena darah
Biarkan aku hilang, agar hitam ditelan malam
Biarkan aku luka, agar warna hilang makna
Benci aku!
Benci aku sepuasmu!
Dan cintai aku.
Cintai aku seperti lalu.
karya M. Fariz Juliansyah
Cinta benci terbatas benang
Yang kalah tak pernah menang
Satu langkah dan kau hilang
Menjauh dari si jalang
Biarkan aku perih, tanpa peduli mendampingi
Biarkan aku marah, karena perih yang meresah
Biarkan aku kaku, pelu tergantung bencimu
Biarkan aku tewas, mati tertelan kecewa
Biarkan aku sendu, agar biru menjadi kelu
Biarkan aku lemah, agar merah karena darah
Biarkan aku hilang, agar hitam ditelan malam
Biarkan aku luka, agar warna hilang makna
Benci aku!
Benci aku sepuasmu!
Dan cintai aku.
Cintai aku seperti lalu.
Tuesday, 5 July 2011
Sinetron itu Sehat
yak salam tanggal 5 Juli bagi kalian yang membaca.
kalo lo lo pada juga baca sejarah,
di tanggal 5 Juli itu sebenernya banyak perisitwa penting loh.
contohnya pada 1830 Perancis menjajah Algeria,
pada 1996 Domba Dolly lahir,
dan pada 1946 Bikini diperkenalkan di Paris.
jadi sekarang kita semua tahu,
tanpa adanya 5 Juli,
kita ga punya pemandangan bikini di pantai.
tapi sebenarnya ini semua bukan tentang 5 Juli,
tapi tentang sebuah kejadian dalam sebuah chat
di tanggal 30 juni yang lalu.
kalo lo lo pada juga baca sejarah,
di tanggal 5 Juli itu sebenernya banyak perisitwa penting loh.
contohnya pada 1830 Perancis menjajah Algeria,
pada 1996 Domba Dolly lahir,
dan pada 1946 Bikini diperkenalkan di Paris.
jadi sekarang kita semua tahu,
tanpa adanya 5 Juli,
kita ga punya pemandangan bikini di pantai.
tapi sebenarnya ini semua bukan tentang 5 Juli,
tapi tentang sebuah kejadian dalam sebuah chat
di tanggal 30 juni yang lalu.
Subscribe to:
Posts (Atom)